Sistem Perekonomian Yang Ada di Dunia

sistem perekonomianSistem perkonomian sudah ada sejak zaman dahulu. Waktu awal kemunculannya, sistem ini disebut sebagai sistem ekonomi tradisional. Seiring perkembangan zaman, terjadi beberapa perubahan dan kemajuan pada hal ini. Tidak hanya itu, kemajuan teknologi dan informasi pun memperngaruhi perkembangannya. Hingga saat ini, beberapa negara di dunia telah menerapkan beragam sistem perekonimian yang berbeda-beda. Berikut beberapa sistem yang ada saat ini.

1. Sistem Sosialis

Apa Anda pernah mendengar kata komunis? Komunis ini sebenarnya adalah sebuh paham yang beranggapan bawah semua barang harus menjadi milik bersama. Tujuannya adalah untuk menghapus sistem buruh-pemilik modal seperti pada sistem kapitalis. Sistem ini juga lebih dikenal sebagai sistem perekonomian sosialis. Pada sistem kapitalis, segala macam kegiatan ekonomi berpusat di pemerintahan. Segala kegiatan ekonomi masyarakat diatur oleh pusat, bahkan hingga hak milik pribadi seseorang. Mungkin, sistem sosialis mampu menghapus kesenjangan antara si kaya dan si miskisn, tetapi penduduk di negara ini tidak dapat bebas menggunakan sumber daya alam. Sehingga, kehidupan mereka akan sedikit terkekang dan dibatasi oleh pemerintah.

2. Sistem Ekonomi Liberal

Menjadi kebalikan dari dua sistem sebelumnya, sistem perekonomian ini pemerintah membebaskan segala macam bentuk kegiatan berekonomi yang dilakukan oleh rakyatnya. Semua orang di negara yang menganut sistem ini mendapat hak yang sama untuk melakukan berbagai aktivitas juga berkreativitas. Intinya, rakyat bebas berbuat apa saja, mulai dari kebebasan memilih bidang usaha higga alat-alat produksi. Tetapi, dengana adanya kebebasan ini, maka akan muncul kelompok-kelompok yang lebih dominan dan kelompok yang lemah. Sehingga, kesenjangan di antara kedua kubu ini akan sangat terasa.

3.Sistem Ekonomi Campuran

Seperti namanya, sistem perekonomian campuran merupakan kombinasi dari dua sistem perekonomian sebelumnya. Sistem campuran membebaskan rakyat untuk memilih hak dan berkreativiats, namun pemerintah juga berperan dalam mengatur jalannya kegiatan ekonomi negara. Tujuan dari mengombinasikan keduanya ialah untuk mengurangi dna menghilangkan berbagai kelemahan dari kedua sistem perekonomian itu sendiri. Dengan menggabungkan kedua, maka akan menciptakan perpaduan yang saling melengkapi, antara sistem sosial dan komunis.

Bagaimana Membuat Indonesia Menjadi Maju?

indonesia menjadi majuNegara maju memiliki standar hidup yang tinggi dengan perekonomian yang merata. Keadaan ini lah yang membuat banyak negara berkembang sangat berusaha keras untuk menjadi sebuah negara yang maju, baik secara ekonomi, ilmu pengetahuan, dan teknologi, termasuk Indonesia. Berbagai cara ditempuh pemerintah untuk membuat perekonomian menjadi lebih maju. Berikut ini adalah beberapa upaya yang dilakukan pemerintah untuk membuat Indonesia dapat lebih baik.

1. Peningkatan Pendapatan per Kapita

Salah satu indikasi negara yang maju adalah pendapatan perkapita yang tinggi. Oleh karena itu, hal pertama yang perlu dilakukan adalah meningkatkan pendapatan perkapita negera. Tentu saja ini terus dilakukan pemerintah untuk membangun Indonesia agar maju. Tetapi, bukan berarti rakyat hanya berpangku tangan sambil menunggu, rakyat Indonesia juga bisa membantu meningkatkan perkapita negara degan membangun usaha baru dan membuka lapangan pekerjaan bagi pengangguran.

2. Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Infrastruktur

Untuk membangun Indonesia menjadi maju, maka yang harus pertama kali dilakukan adalah meningkatkan kualitas Pendidikan rakyat. Pemerintah pun rasanya menyadari hal ini, karenanya mereka mengalokasikan dana APBN sebesar 20% untuk sektor Pendidikan. Dengan kualitas Pendidikan yang meningkat, maka negera ini akan mempunyai calon pekerja handal dan terlatih. Efek lainnya adalah Indonesia menjadi maju dan kualitas hidup rakyat pun akan meningkat.

3. Kembangkan Pengetahuan dan Teknologi

Negara maju umumnya sangat mendukung ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi. Dengan menguasai kedua bidang ini, negara akan lebih efisien mengelolah berbagai sumber daya alam yang dimiliki. Namun, Indonesia sepertinya belum terlalu menyadari hal ini, karena pembangun iptek masih banyak mengalami masalah, mulai dari anggarannya yang terlalu kecil, kualitas sumber daya manusia yang kurang, hingga belum terjalinnya komunikasi yang baik antar pengembang. Meski begitu, pemerintah sudah bekerja keras mengembangkan kedua hal ini dengan berbagai cara, mulai dari peningkatan kualitas penelitian, hingga pemanfaatan sistem inovasi nasional. Dengan begitu, Indonesia dapat maju dan siap untuk bersaing dengan negara lain.  

4. Memberantas Korupsi

Agar Indonesia dapat maju, satu hal yang harus pemerintah lakukan adalah menghentikan dan memberantas tindakan korupsi. Pasalnya, para koruptor menggunakan uang rakyat untuk memmenuhi kehidupan pribadi mereka. Padahal, uang tersebut bisa digunakan untuk kepentingan yang lebih bermafaat bagi negara, seperti subsidi listrik, Pendidikan, hingga pengembangan iptek.

4 Indiskasi Negara Maju Yang Harus Kamu Tahu

negara majuNegara maju merupakan istilah atau julukan yang biasa diberikan kepada negara yang memiliki dan menikmati standar hidup yang tinggi, baik secara ekonomi atau teknologi. Dapat disimpulkan bahwa negara-negara maju memiliki kualitas hidup dan tingkat kesejahteraan yang tinggi untuk warga negaranya. Salah satu faktor yang menyebabkan majunya pembangunan sosial di negara maju adalah jaminan sosial pemerintah yang meliputi hampir semua aspek, mulai dari kecelakaan kerja, sakit, hamil, hingga masa tua. Selain semua hal yang disebutkan tadi, di bawah ini akan dijabarkan emat indikasi negara maju yang mungkin menambah pengetahuan Anda. Yuk, simak.

1. Angka Pengangguran Rendah

Indikasi negara maju yang bisa langsung terasa adalah rendahnya tingkat pengangguran di negara tersebut. Tingkat kesejahteraan yang tinggi membuat perekonomian negara berjalan dengan maksimal, sehingga peluang usaha terbuka sangat luas. Dengan banyaknya bisnis yang ada di negara tersebut, maka akan berbanding lurus dengan banyaknya lapangan pekerjaan.

Selain itu, bila Anda tidak bekerja atau kata lainnya adalah seorang pengangguran, maka negara akan memberikan jaminan sosial kepada para pengangguran. Meski mendapat tunjangan, bukan berarti para pengangguran bisa bersantai-santai dengan enak, justru mereka akan malu mendapatkan jaminan ini. Sehingga, para pengangguran berusaha sangat keras untuk mendapat pekerjaan dan menghidupi diri sendiri.

2. Pendapatan Terkapita Tinggi

Pendapatan perkapita umumnya menjadi barometer untuk menentukan apakah negara tersebut termasuk negara maju, berkembang, atau miskin. Semakin besar jumlah perkapita suatu negara, maka negara itu masuk ke dalam kategori maju. Berdasarkan data dari World Bank, untuk menjadi masuk ke daftar ini, sebuah negara harus memiliki pendapatan perkapita di atas USD 10,726 per tahun. Jika sudah mencapai angka ini, maka negara itu masuk ke daftar negara yang maju.

3. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Berkembang Pesat

Negara yang maju sangat menghargai temuan dan inovasi mengenai pengetahuan dan teknologi, bahkan pemerintah tidak segan untuk memberikan fasilitas guna menunjang proses observasi yang dilakukan dan memberikan gaji yang cukup tinggi untuk para ilmuwan. Jadi, mereka tidak akan segan untuk melakukan riset dan observasi secara sungguh-sunggu demi menciptakan temuan baru yang bermanfaat.

5 Istilah Perekonomian Yang Perlu Anda Ketahui

istilah perekonomianSaat membaca artikel atau mendengar berita mengenai perekonomian, Anda pasti sering mendengar istilah-istilah yang asing di telinga Anda. Atau, Anda paham mengenai istilah tersebut tetapi tidak mampu menjelaskannya secara rinci kepada orang lain. Untuk itu, artikel ini akan membahas beberapa istilah tentang ekonomi yang sering Anda dengar atau baca. Simak informasi selengkapnya berikut ini.

1. Inflasi

Pernahkah Anda merasakan ketika harga bahan bakar naik, maka akan dibarengi dengan kenaikan harga sembako di pasar, seperti harga makanan di rumah makan, hingga ongkos angkutan umum? Jika iya, maka Anda telah merasakan apa itu inflasi. Secara teori, inflasi adalah indikator terhadap kenaikan harga secara terus menerus dan saling memperngaruhi satu sama lain. Istilah ini juga sering dipakai sebagai penggambaran akan banyaknya uang yang beredar dipasaran, sehingga menyebabkan turunnya nilai mata uang.

2. Utang Negara

Siapa bilang urusan utang-piutang hanya bisa dilakukan secara personal? Negara juga memiliki utang, yang biasa disebut utang negara. Istilah perekonomian ini bisa di artikan sebagai utang yang dijamin pemerintah, atau istilah lainnya adalah utang luar negeri. Untuk melunasinya, pemerintah akan menerbitkan obligasi dan menjualnya kepada investor asing. Dengan begitu, negara akan mendapatkan uang untuk melunasi utang tersebut.

3. Pendapatan Perkapita

Istilah perekonomian selanjutnya adalah pendapatan perkapita. Pendapatan ini dihitung berdasarkan pendapatan rata-rata penduduk suatu negara. Bila jumlahnya tinggi, maka dapat dipastikan bahwa negara tersebut masuk ke dalam daftar negara maju dan makmur. Untuk membuat pendapatan perkapita negara menjadi tinggi, maka jumlah pendapatan nasional harus tinggi.

4. Fluktuasi Ekonomi

Pada dasarnya fluktuasi adalah istilah perekonomian yang memiliki arti sebagai ketidak tetapan atau guncangan, misalnya pada harga barang atau keadaan ekonomi. Sebagai contohnya adalah kenaikan dan penuruan aktifitas ekonomi secara relatif.

           Keempat istilah di atas merupakan “bahasa” perekonomian yang umumnya dipakai oleh media untuk menjelaskan keadaan ekonomi Indonesia. Dengan mengetahuinya, Anda akan lebih mudah mengerti dan paham saat membaca atau menyaksikan berita mengenai perekonomian, kan?

Apa Yang Terjadi Jika Sebuah Negara Bangkrut?

negara bangkrutKrisis global yang terjadi beberapa tahun belakangan ini membuat perekonomian di beberapa negara di dunia mengalami penurunan hingga menyebabkan kolaps. Meski pertumbuhan perekonomian tetap baik di beberapa negara, jumlah utang yang mereka miliki melonjak tinggi sehingga berpotensi menyebabkan kebangkrutan. Negara yang mengalami kondisi tersebut tidak lain adalah Jepang, Jamaika, Libanon, Itali, dan Yunani. Bahkan, Yunani sudah dikabarkan sebagai negara bangkrut akhir-akhir ini. Jika terjadi kebangkrutan pada suatu negara, maka hal tersebut akan berdampak pada sektor lain dan mendorong terjadinya beberapa hal yang tidak di inginkan. Di artikel ini akan membahas hal apa saja yang bisa terjadi ketika negara bangkrut. Yuk, simak ulasannya di sini.

1. Program Pendanaan Pemerintah Berakhir

Bila negara mengalami kebangkrutan, maka hal pertama yang akan terjadi adalah pemerintah akan menghentikan segala subsidi dan tunjangan kepada masyarakat. Seperti subsidi listrik, berhentinya aparat keamanan, penutupan pompa bensin, bank tutup, hingga habisnya stok makanan. Tentu saja negara bangkrut tidak bisa melakukan kewajibannya kembali, pasalnya negara sudah tidak memiliki biaya untuk melakukan hal ini.

2. Bisnis Berhenti dan Lapangan Pekerjaan Menghilang

Negara yang berada dalam status pailit/bangkrut akan membuat para pebisnis dan para investor menarik investasi mereka. Para investor tidak mau mempercayakan masa depan mereka ke negara bangkrut yang memiliki perekonomian tidak stabil. Saat hal ini terjadi, maka akan banyak bisnis yang ikut gulung tikar, sehingga menyebabkan ratusan orang kehilangan pekerjaan. Setelah itu, angka pengangguran negara akan meningkat sehingga keadaan negara akan semakin buruk.

3. Terjadi Kerusuhan Massal

Seperti yang terjadi ketika krisis moneter dialami oleh Indonesia, sebuah negara bangkrut akan memicu terjadinya kerusuhan massal. Banyak orang yang akan menyampaikan kekecewaan mereka dengan melakukan aksi demo dan berujung pada kerusuhan. Bukan hanya itu, tingkat kejahatan akan meningkat dan menyebabkan keamanan dan kedamaian negara teracam.

4. Hutang Luar Negeri Semakin Menumpuk

Sebelum benar-benar bangkrut, sebuah negara akan bersusah payah untuk mempertahankan perekonomian mereka, termasuk dengan mengajukan hutang luar negeri. Ketika hal ini telah dilakukan dan tidak berhasil, imbasnya hutang negera semakin menumpuk. Seperti yang telah diketahui sebelumnya, negara yang bangkrut tidak akan mampu lagi untuk mensejahterakan rakyat mereka, apa lagi membayar hutang? Oleh sebab itu, hutang semakin lama akan semakin menumpuk dan memperburuk keadaan.

3 Negara Dengan Perekonomian Terbaik di Dunia

perekonomian terbaikPertumbuhan ekonomi sangat dibutuhkan oleh setiap negara. Hal ini karena tingkat kesejahteraan dan kemampuan sebuah negara bisa dilihat dari tingkat pertumbuhan ekonomi. Oleh sebab itu, tidak heran jika setiap negera bersaing untuk mendorong angka pertumbuhan ekonomi negaranya demi jadi yang terbaik. Dari ratusan negara, ada beberapa negara dengan predikat sebagai perekonomian terbaik. Negara mana saja yang mendapat predikat sebagai perekonomian terbaik tersebut? Yuk, simak informasinya di bawah ini.

1. Amerika Serikat

Tidak diragukan lagi jika Amerika Serikat menyandang predikat sebagai negara yang memiliki perekonomian terbaik. Sebagai negara adi daya tentu saja bukan suatu hal yang mengherankan, kan? Bahkan, Amerika menjadi panutan negara lain dari berbagai aspek, bukan hanya sebatas perekonomian saja. Perkonomian negara ini mencapai USD 10,42 triliun atau setara dengan 25 persen dari dari total produk dunia bruto. Meski pencapainnya luar biasa, Amerika Serikat bukan lagi negara ekonomi nomor satu, karena posisinya berhasil direbut oleh China yang memiliki GDP senilai US$23,19 triliun.

2. China

Dahulu, China menganut ekonomi tertutup selama bertahun-tahun lamanya. Kini, China yang penduduknya terpadat berhasil mengubah citra perekonomiannya menjadi negara pusat manufaktur dan ekspor. Keputusan ini membuat perkonomian China meningkat hingga 10 persen dan memberikan efek reformasi besar pada pasar asia. Bahkan, China berhasil mengangkat separuh penduduknya untuk keluar dari kemiskinan. Tidak salah jika China masuk ke dalam daftar negara yang perekonomiannya terbaik.

3. Jerman

Jerman merupakan salah satu negara terkuat di benua Eropa dari segi ekonominya. Negara ini dikenal sebagai pengekspor mesin, kendaraan, peralatan rumah tangga, hingga bahan kimia. Kesuksesan ini pun didukung oleh para pekerja yang terampil dan memiliki keahlian. Mengukur dengan skala dunia, saat ini Jerman berada di peringkat keempat dalam produk domestik bruto (PDB) secara nominal. Bahkan, nominal PDB Jerman mencapai USD 3,42 triliun. Sehingga, tidak mengherankan jika Jerman masuk ke dalam katergori negara dengan ekonomi terbaik di dunia.

Demikianlah beberapa negara yang memiliki perekonomian terbaik. Sebenarnya, untuk meningkatkan perekonomian negara, bukan hanya pemerintah yang berperan, namun warga negara juga harus membantu pemerintah. Caranya, dengan meningkatkan Pendidikan dan kemampuan para tenaga kerja. Dengan begitu, Indonesia akan siap bersaing dengan negera lain untuk menduduki posisi yang terbaik.

4 Penyebab Melambatnya Perekonomian di Indonesia

melambatnya perekonomianSebagai salah satu negara berkembang di dunia, Indonesia kerap kali diserang dengan satu masalah yang sama, yaitu melambatnya perekonomian negara. Bila hal ini terjadi, maka beberapa sektor akan mengalami imbasnya. Jika Anda seorang pegawai sebuah perusahaan, mungkin tidak akan merasakan langsung dampak dari keadaan ini. Tetapi, para pelaku bisnis dan perdagangan akan merasakan dampaknya secara langsung. Melambatnya perekonomian suatu negara tidak akan terjadi begitu saja. Ada beberapa keadaanya yang menyebabkan masalah ini terjadi. Berikut empat faktor penyebab melambatnya perekonomian di Indonesia.

1. Populasi di Indonesia Semakin Meningkat

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa pertumbungan penduduk Indonesia sangatlah cepat. Sayangnya, pertumbuhan yang cepat ini tidak diimbangi dengan ekspansi tempat tinggal. Keadaan ini membuat jumlah penduduk Indonesia semakin bertambah. Hal ini menyebabkan tunjangan pemerintah untuk negara pun semakin meningkat. Tentu saja ini akan mengakibatknya melambatnya perekonomian Indonesia.

2. Kurangnya Lapangan Pekerjaan Baru

Populasi yang terus meningkat juga berimbas pada jumlah lapangan pekerjaan untuk rakyat. Semakin banyaknya orang, maka akan semakin sedikit pula kesempatan bekerja yang ada. Perusahaanpun tidak sanggup langgi untuk menambah jumlah karyawan dan membuka peluang pekerjaan baru. Hasilnya, angka pengangguran akan meningkat secara drastis. Tentu saja keadaan ini akan membuat melambatnya pertumbuhan ekonom. Hal ini pun akan menyebabkan banyaknya perusahaan yang harus gulung tikar karena tidak mampu lagi memberikan biaya untuk bisnisnya. Sehingga, lapangan pekerjaan akan terus berkurang.

3. Tingkat Permintaan Masyarakat Yang Menurun

Saat melambatnya perekonomian terjadi, maka kehidupan masyarakat akan serba sulit. Anda bisa melakukan kilas balik pada tahun 1998. Keadaan serba sulit ini akan membuat tingkat permintaan masyarakat akan barang dan jasa ikut turun drastis. Dampaknya, omset perusahaan perdagangan akan menurun dan terancam bangkrut. Jika terjadi pailit, maka akan banyak efek domino yang akan dirasakan oleh masyarakat, khususnya para pekerja perusahaan itu sendiri.

Demikianlah beberapa penyebab melambatnya pertumbuhan ekonomi di dalam negeri. sebenarnya, faktor satu dengan faktor lainnya mengalami keterkaitan. Jika faktor pertama terjadi, maka akan memunculkan penyebab-penyebab lainnya. Untuk itu, pemerintah harus bekerja keras untuk tetap membuat ekonomi negara stabil demi keberlangsungan hidup penduduk Indonesia.